RSS
Write some words about you and your blog here

Do it

Aku terkaget di kala kita hanya menggantungkan roda kehidupan pada orang lain. Kita hanya terdiam maka iya kita hanya bisa berkata tentang kehampaan tanpa mendapat apapun. Di lain pihak kita melihat orang yang meminum air keringatnya sendiri dan menggadaikan rasa lelah dalam tubuhnya untuk mencapai satu titik yang sesempurna mungkin bagai dirinya. Mau jadi mana kita ? Hanya penonton atau yang ingin ditonton keagungan hasrat kita untuk mendapatkanya. Jika kamu ingat betapa sengsara nya Nabi Muhammad untuk membuat dunia menerima agama Tuhanya, jika kamu ingat betapa harapan besar orang tua mu,bukan hanya ada di pundak mu namun juga ada di tiap nafas yang kamu helakan. Dan ini bukan saatnya mengingat namun harapan dan kerja diri sendiri masih bisa kamu lakukan,percaya ,bertindak dan saatnya engkau menyempurna

0 komenar:

Posting Komentar