Bukan saat nya ditanyakan saat ini
namun ku akan menanyakan
dikala rasa kalut merumput di hati nan berkabut
yang ku rasa ingin menyebut nama mu
tak hanya itu ku mencari hingga habis keringat ku
tapi bukan itu yang ku cari tapi ini yang ku ingin
mungkin belum ku dapat
tapi suatu saat akan merangkul penat yang tersirat
saat itu adalah anugrah terindah yang ku miliki
IKHLAS is the main way
on Minggu, 26 Juli 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Saat itu ku terjebak dalam suatu ruang yang terjamah setitik cahaya alam semesta yang menusuk jiwaku. Ku bersyukur bahwa disana bisa ku temukan kata ikhlas, dimana rasa tak rela meyeruak ke permukaan otak ku. Dikala orang menganggap itu adalah suatu ruang hampa tanpa cahaya namun beda dengan ku,bagi ku segala yang ku lakukan adalah sebuah lorong sempit nan di terangi setitik cahaya yang menerpa kulit ku namun di ujung lorong itu kan ku temukan suatu rasa yang berbeda dimana apapun yang ku miliki ku rasa hanya lah titipan. Dimana suatu saat nanti kau akan bertemu pemilik barang itu dan saat itu pula kau akan di mintai pertanggung jawaban atas segala yang engkau perbuat. Bukan rahasia jika hati mu tak rela,namun lorong itu menunjukan bahwa jika Dia mau apa pun yang kamu mau akan dipenuhi-Nya namun sekarang mampukan kamu untuk membiarkan apa yang telah Dia berikan dan Dia minta lagi.
Filosofi truk (1)
on Sabtu, 25 Juli 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Pernah kah saat kau di hujani gemerlap lampu lalu lintas,di beri asap yang menyeruak mengrogoti paru-paru mu dan hanya bisa menggerutu saat roda roda raksasa bergulir di sekitar mu. Jika kau sempat berfikir dan memperhatikan lihat lah "TRUK",bagai seorang Tukul yang sering dicerca saat hanya di lihat cover nya begitu pula sang raksasa kita "TRUK". Apa kau pernah melihat betapa perkasana beliau mengangkat ribuan kilo bahkan puluhan ton,namun hanya badan tua, asap menyembul, dan lambat nya ia berjalan yang terbersit di benak mu. Kau renungkan sejenak, maka kau sendiri adalah "TRUK", dimana beban berat seribu kilo masalah, puluhan ton kesedihan dan rasa tidak puas ada di pundak mu. Mampu kah kamu mengangkat nya. Jika anda bisa mengerutu tentang truk yang mengganggu perjalanan anda sebaiknya anda melihat diri terlebih dahulu sebelum mengerutu. Namun jika kamu ingin menjadi sebuah orang yang baik. Sebaiknya anda belajar dari TRUK. Apa dia pernah mengeluh?apa dia pernah mengingkari beban yang harus di genggam?apa dia menolak kesedihan yang bisa merusak dirinya sendiri? Jelas jawab na tidak anda akan bisa menemukan suatu kerja keras , terus berusaha dari sesuatu dari langkah kecil, dimana langkah mu di cerca,tapi dia terus melangkah tanpa menyerah. Dimana kendaraan lain bisa berlari kencang,namun demi sesuatu yang indah buat dia ,merangkak pun di jalaninya. Apakah kita telah jadi truk yang baik? ?
Do it
on Jumat, 17 Juli 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Aku terkaget di kala kita hanya menggantungkan roda kehidupan pada orang lain. Kita hanya terdiam maka iya kita hanya bisa berkata tentang kehampaan tanpa mendapat apapun. Di lain pihak kita melihat orang yang meminum air keringatnya sendiri dan menggadaikan rasa lelah dalam tubuhnya untuk mencapai satu titik yang sesempurna mungkin bagai dirinya. Mau jadi mana kita ? Hanya penonton atau yang ingin ditonton keagungan hasrat kita untuk mendapatkanya. Jika kamu ingat betapa sengsara nya Nabi Muhammad untuk membuat dunia menerima agama Tuhanya, jika kamu ingat betapa harapan besar orang tua mu,bukan hanya ada di pundak mu namun juga ada di tiap nafas yang kamu helakan. Dan ini bukan saatnya mengingat namun harapan dan kerja diri sendiri masih bisa kamu lakukan,percaya ,bertindak dan saatnya engkau menyempurna
Kau adalah lampu pijar ku
Meski rembulan bukan diri mu
kau adalah lampu penerang tidur ku
dikala aku terlelap kau tetap terjaga
aku ingat saat ku berlomba dengan waktu
kau selalu menunggu setia saat bersama diri ku
kau tidak indah
tapi mengindahkan hidup ku
kau tak sempurna
tapi apalah arti malam ku tanpa hadir mu
ingin ku slalu ada di sisi mu
yang ku tahu kau akan hadir dan kehadiran mu ku tunggu
meski yang lain mendua dan berkelana
ku ingat engkau selalu memberi arti dalam hidup ku
ku mengerti kau tak selama nya buat ku
tapi yang lebih ku tahu hadir mu lebih dari rasa mengerti ku akan diri mu
engkau bagai lampu pijar ku
izin kan ku tuk menghabiskan sisa waktu ku dengan mu
kau adalah lampu penerang tidur ku
dikala aku terlelap kau tetap terjaga
aku ingat saat ku berlomba dengan waktu
kau selalu menunggu setia saat bersama diri ku
kau tidak indah
tapi mengindahkan hidup ku
kau tak sempurna
tapi apalah arti malam ku tanpa hadir mu
ingin ku slalu ada di sisi mu
yang ku tahu kau akan hadir dan kehadiran mu ku tunggu
meski yang lain mendua dan berkelana
ku ingat engkau selalu memberi arti dalam hidup ku
ku mengerti kau tak selama nya buat ku
tapi yang lebih ku tahu hadir mu lebih dari rasa mengerti ku akan diri mu
engkau bagai lampu pijar ku
izin kan ku tuk menghabiskan sisa waktu ku dengan mu
Ketika bibir terucap
Di kala senjata dipacu takkan lebih cepat dari ucapan
manakala hati menduga takkan ada arti jika makna terucap lewat prasangka
ingatkan bahnwa jika kau adalah aku
yang harus menyingkap satu kata
hati lah pengendali dan jadikan senjata pemicu ucapan terbaikmu
ingatkan diri mu akan masa lalu
dikala nyala api berkobar lewat bung tomo
dikala runtuhnya pujaan hati oleh pemuja
dikala ikhlasnya Pencipta oleh pendoanya
itu hanya satu satu nya yang ada
bukan masalah bisa atau terbiasa
cukup niat dan ucpan baik pun mengalir deras menghujan bagai selongsong peluru
manakala hati menduga takkan ada arti jika makna terucap lewat prasangka
ingatkan bahnwa jika kau adalah aku
yang harus menyingkap satu kata
hati lah pengendali dan jadikan senjata pemicu ucapan terbaikmu
ingatkan diri mu akan masa lalu
dikala nyala api berkobar lewat bung tomo
dikala runtuhnya pujaan hati oleh pemuja
dikala ikhlasnya Pencipta oleh pendoanya
itu hanya satu satu nya yang ada
bukan masalah bisa atau terbiasa
cukup niat dan ucpan baik pun mengalir deras menghujan bagai selongsong peluru
