Filosofi truk (1)
on Sabtu, 25 Juli 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Pernah kah saat kau di hujani gemerlap lampu lalu lintas,di beri asap yang menyeruak mengrogoti paru-paru mu dan hanya bisa menggerutu saat roda roda raksasa bergulir di sekitar mu. Jika kau sempat berfikir dan memperhatikan lihat lah "TRUK",bagai seorang Tukul yang sering dicerca saat hanya di lihat cover nya begitu pula sang raksasa kita "TRUK". Apa kau pernah melihat betapa perkasana beliau mengangkat ribuan kilo bahkan puluhan ton,namun hanya badan tua, asap menyembul, dan lambat nya ia berjalan yang terbersit di benak mu. Kau renungkan sejenak, maka kau sendiri adalah "TRUK", dimana beban berat seribu kilo masalah, puluhan ton kesedihan dan rasa tidak puas ada di pundak mu. Mampu kah kamu mengangkat nya. Jika anda bisa mengerutu tentang truk yang mengganggu perjalanan anda sebaiknya anda melihat diri terlebih dahulu sebelum mengerutu. Namun jika kamu ingin menjadi sebuah orang yang baik. Sebaiknya anda belajar dari TRUK. Apa dia pernah mengeluh?apa dia pernah mengingkari beban yang harus di genggam?apa dia menolak kesedihan yang bisa merusak dirinya sendiri? Jelas jawab na tidak anda akan bisa menemukan suatu kerja keras , terus berusaha dari sesuatu dari langkah kecil, dimana langkah mu di cerca,tapi dia terus melangkah tanpa menyerah. Dimana kendaraan lain bisa berlari kencang,namun demi sesuatu yang indah buat dia ,merangkak pun di jalaninya. Apakah kita telah jadi truk yang baik? ?
Do it
on Jumat, 17 Juli 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Aku terkaget di kala kita hanya menggantungkan roda kehidupan pada orang lain. Kita hanya terdiam maka iya kita hanya bisa berkata tentang kehampaan tanpa mendapat apapun. Di lain pihak kita melihat orang yang meminum air keringatnya sendiri dan menggadaikan rasa lelah dalam tubuhnya untuk mencapai satu titik yang sesempurna mungkin bagai dirinya. Mau jadi mana kita ? Hanya penonton atau yang ingin ditonton keagungan hasrat kita untuk mendapatkanya. Jika kamu ingat betapa sengsara nya Nabi Muhammad untuk membuat dunia menerima agama Tuhanya, jika kamu ingat betapa harapan besar orang tua mu,bukan hanya ada di pundak mu namun juga ada di tiap nafas yang kamu helakan. Dan ini bukan saatnya mengingat namun harapan dan kerja diri sendiri masih bisa kamu lakukan,percaya ,bertindak dan saatnya engkau menyempurna
Kau adalah lampu pijar ku
Meski rembulan bukan diri mu
kau adalah lampu penerang tidur ku
dikala aku terlelap kau tetap terjaga
aku ingat saat ku berlomba dengan waktu
kau selalu menunggu setia saat bersama diri ku
kau tidak indah
tapi mengindahkan hidup ku
kau tak sempurna
tapi apalah arti malam ku tanpa hadir mu
ingin ku slalu ada di sisi mu
yang ku tahu kau akan hadir dan kehadiran mu ku tunggu
meski yang lain mendua dan berkelana
ku ingat engkau selalu memberi arti dalam hidup ku
ku mengerti kau tak selama nya buat ku
tapi yang lebih ku tahu hadir mu lebih dari rasa mengerti ku akan diri mu
engkau bagai lampu pijar ku
izin kan ku tuk menghabiskan sisa waktu ku dengan mu
kau adalah lampu penerang tidur ku
dikala aku terlelap kau tetap terjaga
aku ingat saat ku berlomba dengan waktu
kau selalu menunggu setia saat bersama diri ku
kau tidak indah
tapi mengindahkan hidup ku
kau tak sempurna
tapi apalah arti malam ku tanpa hadir mu
ingin ku slalu ada di sisi mu
yang ku tahu kau akan hadir dan kehadiran mu ku tunggu
meski yang lain mendua dan berkelana
ku ingat engkau selalu memberi arti dalam hidup ku
ku mengerti kau tak selama nya buat ku
tapi yang lebih ku tahu hadir mu lebih dari rasa mengerti ku akan diri mu
engkau bagai lampu pijar ku
izin kan ku tuk menghabiskan sisa waktu ku dengan mu
