Hidup adalah dari kita bangun dari kasur beraktivitas dan kembali ke kasur sebagai titik tuju. Selama ini banyak yang memaknai hidup dan proses pematangan jiwa daalah saat kita bekelut dalam liku- liku aktivitas yang padat. Sebenarnya mereka benar tetapi terkadang saking bertumpukya masalah kecil yang ditunda- tunda akan menggangu proses pendewasaan kita, dan bukannya pelajaran hidup yang diperoleh malah kehitaman hati yang menyelimuti tatkala masalah mulai mengendap. Mereka berguru hampira6 jam namun apa yang sebenarnya yang mereka peroleh.
Sebenarnya ada satu proses pendewaan yang sering mereka lalaikan, itu adalah disaat mereka terlelap. Kasur yang mereka tiduri adalah barang ciptaan manusia dengan seribu makna.
1.kasur kapas
kita sadari bahwa kapas adalah benda yang saat lunak yang mudah terombang ambing jika tertiup angin. Namun ketika kapas tersebut disatukan dan diberi kain sebagai pembungkusnya maka sangat berbeda dari sebelumnya yang tadinya terombang ambing, sekarang menjadi benda yang sangat empuk jika keta berbaring di atasnya
Bagitu pula diri kita yang mudah terombang ambing dikala kita hanya menjalani hidup sendiri. Namun dikala kita berkumpul dengan orang yang berbudi baik dan kita selalu dibungkus oleh suatu pedoman yang benar bagai kain tadi maka kita akan menjadi pribadi kasur kapas, yaitu pribagi yang selalu membuat orang merasa nyaman jika berada didekat kita
2.kasur busa
kasur ini adalah buatan tangan manusia dengan satu sifat mulia. Kita tahu busa itu padat tetapi memiliki rongga sehingga apabila seseorang menidurinya maka busa tersebut akan menyesuaikan dengan bentuk tubuh orang tersebut. Sensasi nyaman dan empuk akan mereka rasakan.
Dari hal tersebut kita bias menarik suatu kesimpulan, walauoun sepadat apapun ilmu yang kita miliki jadilah sosok yang menerima pendapat orang lain, hal tersebut tidak nenbuat ilmu anda hilang namun malah akan menambah ilmu anda dari orang yang memberi pendapat tersebut

0 komenar:
Posting Komentar