Koordinasi dan Penentuan Parameter Setting Over Current Relay
on Selasa, 19 Mei 2015
Label:
PROTEKSI
Penghitungan parameter setting overcurrent relay harus ditentukan berdasarkan penggunaan relay tersebut pada daerah perlindungan yang akan diamankan oleh relay. berikut terdapat beberapa contoh kaedah koordinasi pengaman relay
A. Pada Penghantar (transmisi)
Pemilihan Nilai Setting OCR berdasarkan nilai kuat hantar arus (KHA) dari jenis penghantar yang digunakan dengan faktor kali 1.2 x KHA . Penentuan waktu berdasarkan berdasarkan Arus Hubung Singkat sesuai simulasi karena OCR merupakan proteksi yang bekerja berdasarkan arus hubung singkat bukan pembebanan. Sebagai pengaman pembebanan digunakan OLS (Over Load Sheading) yang bisa menggunakan setting definite time. Pada setting OCR Penghantar P3B S menggunakan waktu tunda 1 sekond pada arus gangguan tertinggi sesuai simulasi yang kemudian di kalkulasi dalam karakteristik invers.
B. Pada Trafo
Pemilihan Nilai Setting arus pada trafo harus memperhatikan nilai arus nominal dari trafo. Pada setting OCR Penghantar P3B S menggunakan waktu tunda 1.2 sekon pada pada back up sisi 150 kV, pada sisi 20 kV menggunakan waktu tunda 0.8 sekon dan pada penyulang dengan waktu tunda 0.3 sekon sesuai arus gangguan tertinggi sesuai simulasi yang kemudian di kalkulasi dalam karakteristik invers.
Pemakaianan High setting pada sisi 150 kV dan 20 kV incoming trafo tidak digunakan. Penggunaan setting High setting pada penyulang harus memperhatikan dengan koordinasi pada gardu hubung atau recloser pada penyulang

0 komenar:
Posting Komentar