Kuantitas dapat dihitung lebih jelas daripada kuliatas yang terkadang bersifat subjektif. Begitu pula hidup terkadang hal yang sudah jelas di depan pengetahuan kita terlupakan dengan suatu yang menarik sesaat.
Dua dikurang satu sama dengan satu ? Terkandang mengapa bisa menjadi satu dan tidak 19 saja. Hal ini sering kita dengar namun butuh usaha untuk di lakukan :) dimana berbelanja di jalan allah adalah suatu kenikmatan yang di kaburkan oleh setan yang manis manis itu
Seorang kawan seperantauan berkata hemat sekali merantau disini daripada saat dia merantau d jakarta. Padahal dia mengetahui bahwa gaji dia di jakarta adalah 2x daripada gaji nya sekarang. Namun di lain sisi dengan konsep berfikir jika bisa hemat dan qanaah maka saya salut dengan kawan kawan ini yang dengan syukur menikmati rezeki Allah dengan memanfaatkan nya sebaik mungkin :)
Banyangkan saja seminggu anggap saja belanja sayur, tempe, ikan asin dan telur hanya butuh 88 ribu yang dibagi orang 3. Ya kira kira dengan penambahan beras dan minyak mungkin selama seminggu habis 50 ribu tiap anak.
Teman ku berkata "bro ini hemat banget daripada dulu di jakarta aku ora tau masak tapi beli terus"
Kata teman ku ini cukup kontradiktif dimana padahal gaji dia di jakarta membuat nya memungkinkan untuk membeli makan daripada masak sendiri. Namun dengan keadaan gaju yang sekarang yaitu setengah dr sebelumnya dia masih berkata ini hemat bro. :)
Hati yang qanaah adalah yang selalu bersyukur dan memanfaatkan rezeki Allah dengan sebaik mungkin
Akhir kata, kata kata yang manis ini insa allah menjadi doa dan pendorong kepada saya khususnya untuk sama seperti kata yang terucap

0 komenar:
Posting Komentar