,Malam ini memang penuh bintang yang kata orang-orang menerangi langit, namun tidak cukup terang untuk menerangi hati Vika yang menggelap karena lagi-lagi cinta. Banyak alasan lain tapi cuma cinta yang memenuhi kata marah di hati gadis imut nan manja ini. Kata orang cowok nya sih ganteng Vino sebut saja kaya gitu. Ea sebelum tidur malam itu seperti adat anak muda chating kalau enggak ea telepon-teleponan, Vika ngerasa kangen tapi ea masih ada batu di hati. Ibarat melupakan bongkahan batu yang menggunduk,Vika menelepon Vino.Ea nama nya anak muda,kan lagi marahan Vino sok jual mahal gitu ke ceweknya biar dikira harga dirinya tinggi,sekali dua kali sampai tiga kali telepon Vika tak di angkat. Memang Vika ga kehabisan akal,dia telepon rumahnya.
"halo,benar rumah Vino", sapa lembut vika kali aja yang menggangkat ibu Vino .
"oh ea sebentar tante panggil,vin vin ada telepon", jawab ibu Vino dengan lembut. Dengan males- malesan si cowok yang kata na ganteng ini mengangkat telepon.
"Halo vika?ngapain telepon malemb- malemb gini,ngantuk tau",Vino menjawab sok keren dan jual mahal
"ummm sayang kok gitu,biasanya klo ku telepon km langsung kasi muuachh buat aku",sifat manja Vika keluar di awal percakapan.
Dan pertikaian jarak jauh lewat telepon mulai terjadi. Awal pacaran Vino memang suka banget sama sikap manja Doi tapi lama kelamaan Vika bukannya bikin gemesin tapi malah njengkelin. Tanpa basa basi langsung aja Vino kasi muuachh ke Vika dan teleponnya langsung dimatiin.
"makasii. . .yang sayang kug ditutup,hih sebel,dasar sok dewasa",cemberut lagi si Vika.
Terus Vika inget pesan almarhumah bapaknya pokoknya kalau punya masalah apa aja langsung ambil air wudhu terus salat. Dibalik kemanjaan karena kurang kasih sayang dari sosok ayah, Vika juga tetep ingat sama yang di atas. Setelah salat Vika berdoa pada penciptanya ", Ya Allah,kurang apa sih aku,imut,lucu tapi kug Vino jahat ma aku,apa karena aku kurang baik ma Allah ea,astagfirullah. Maaf ea Allah cinta ku hanya untuk mu,klo Vino nomer sekian deh".
Ea mungkin Vika saat itu mulai sadar kalau Vino cuma cinta sementara tapi Tuhannya cinta sesungguhnya. Langsung aja Vika tiduran dan mandangin foto cowoknya,yah namanya juga anak manja tadi sih pura-pura sok tegar dan dewasa tapi mewek lagi Vika. Langsung aja dia nangis sambil tidur apa tidur sambil nangis ea,entah yang jelas dia terlelap malam itu. Keesokan harinya Vika terlihat begitu tergesa- gesa ingin cepat sekolah bukan karena dia suka pelajaran atau sekolah tapi Vika sudah tak sabar ingin bertemu Vino di sekolah. Dengan naik skoter matik yang menawan dan baju OSIS yang bahannya kurang jadi kalo nungging dikit bajunya terangkat Vika berangkat dengan sejuta harapan agar dia bisa menjelaskan masalahnya dengan Vino dan meminta maaf padanya.
Sesampainya di pintu gerbang Vika agak lengah ketika dia menyapa temannya dan motor kesayangannya tanpa sengaja nyengol motor lain sampai dia terjatuh. Vika berteriak kesakitan,dan tiba-tiba muncul makhluk berhelm hitam.,
Jenk. . .jenk. . .jenk uitz itu kakak kelas yang jadi model di majalah terkenal ibukota,tiba-tiba nafas Vika berhenti 0,5 sekon, lalu syaraf simpatiknya memaksa gerak peristaltiknya mempelambat, peredaran darahnya melambat,dan aorta nya menyempit ketika helm cow tadi terbuka.
"kamu gimana,ga apa-apa kan?"
wangi pafrum merek luar negeri kalah sama tiap ucapan yang terucap dari Sony yang kakak kelas menawan hati. Entah dewa atau dewi apa yang turun diantara mereka,saat Sony mengangkat tangan Vika ,tiba-tiba angin berhembus dan debu masuk ke mata Vika. Karena sudah terlatih sebagai cowok macho,Sony tanpa komando meniup mata Vika. Brrrrr. . .mata Vika merem melek dibuatnya.
"kamu cantik",sayup-sayup terdengar dari mulut Sony
"apa kak?" tanya Vika
"umw ga apa, eh ngomong- ngomong boleh minta nomor hape kamu dek?eh ga jadi deh ntar dimarahin cowo km lagi", dengan sok jual mahal
"umw ga apa kug kak nomor ku 085640954258,ntar misscall aku ea kak" jawab Vika dengan mengoda-goda.
Vika walau pun sadar puna cowo tapi dia juga sadar kalau kaka kelasnya itu kelihatanya lebih dewasa dan lebih perhatian sama dia.
Hari itu terasa sangat singkat dan sangat lama. Disaat mata Vika bertemu kak ganteng Sony 1 hari terasa 1 detik dan tidak bisa di ulang lagi. Tapi dilain sisi saat 1 hari itu dia sama sekali tidak bertemu Vino rasanya 1 hari bagai 1 abad. Karena ga sabar langsung aja Vika mampir ke rumah Vino. Maksud hati mau sayang- sayangan dan melepas rindu eh malah bara api tersulut di hati gadis imut ini. Seakan lagunya gigi terngiang di gendang telinga Vika panas panas panas hati ini. Karena tak diduga,disangka,diterka seorang cewek sexy ,manteb deh ada di teras rumah Vino sedang bercengkrama tebahak-bahak saat bercanda dengan pacar Vika ini. Karena kelakuan nakal , vika tak bisa menahan seperti itu lagu yang terlantun di hati cewek itu,langsung saja dia melabar,menampar dan mendorong cewek itu. Karena merasa bersalah bibir dan badan Vino pun membeku bagai di kutub utara,seakan aliran darahnya tak bisa menghangatkan badannya yang membeku. Emang dasar ga tau perasaan, bayangkan di depan matanya ada 2 cewek yang sedang berkelahi dia malah dia,tanpa menunggu penjelasan Vino, Vika pun pulang dengan air mata berlinang di pipi tembem imudnya.
Lain waktu di rumah Vika, ibunya sedang kedatangan udztadzah. Mereka terlihat sangat akbrab,ternyata ibu Vika merencanakan agar bulan puasa ini Vika akan dimasukan pondok pesantren.Tanpa sengaja ternyata Vika mendengar perkataan mereka. (bersambung)

0 komenar:
Posting Komentar