RSS
Write some words about you and your blog here

PENINGKATAN PERFORMANCE TRANSMISI SUTT 150 KV DENGAN METODE ANALISA TRAVELLING WAVE SYSTEM PADA GANGGUAN PETIR (PART 1)

Transmisi SUTT 150 KV memiliki peranan yang sangat penting dalam kontinuitas penyaluran tenaga listrik di Sistem Kaltim. Kondisi geografis dan daerah perbukitan pada jalur Transmisi SUTT 150 KV Sistem Kaltim akan berdampak pada tingkat intensitas petir yang tinggi. Sambaran petir pada Transmisi SUTT 150 KV mengakibatkan terjadi tegangan lebih yang mempengaruhi kestabilan Sistem Kelistrikan. SUTT 150 KV Karang Joang arah Harapan Baru merupakan jalur backbone yang menghubungkan subsistem Balikpapan dan sub Sistem Samarinda, sehingga SUTT 150 KV tersebut harus ditingkatkan kehandalannya karena terletak pada daerah intensitas petir yang tinggi. Dalam kasus ini, dilakukan pemetaan daerah petir dengan menggunakan metode TWS (Traveling Wave System) untuk menentukan titik lokasi terjadinya sambaran petir. Hal ini, akan menjadi dasar peningkatan performance ( perbaikan pentanahan, reposisi tanduk busur, perbaikan jumperan GSW ke Tower, reposisi penempatan TLSA, dll ). Perbaikan ini, diharapkan akan meminimalkan terjadinya kegagalan isolasi dan back flashover.

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PENGATURAN SETTING OVER CURRENT RELAY DAN GROUND FAULT RELAY PADA PENYULANG

1. Terdapat dua jenis karakteristik yang biasa digunakan di PLN yaitu DEFINITE TIME dan INVERSE a) DEFINITE TIME pengertian awam nya kita menentukan Arus Setting pada sebuah relay dan waktu tunda nya. Sehingga ketika arus gangguan yang sudah melewati arus setting maka relay akan mengirim perintah TRIP pada CB sesuai dengan waktu tunda yang ditentukan b) Invers secara umum prinsip kerja nya semakin besar arus gangguan semakin cepat perintah TRIP dari relay ke CB c) Instan setelah menentukan karakteristik a atau b yang dipilih terdapat fungsi selanjutnya yaitu instan. Fungsi ini selalu dipadukan untuk merespon arus gangguan yang besar biasanya 3,4 atau 5 x In. Fungsi ini berguna untuk melindungi peralatan akibat arus gangguan yang besar. Time setting yang biasa digunakan yaitu 0 second 2. Terdapat dua macam fungsi relay yaitu OCR dan GFR. Yang perlu di perhatikan yaitu arus setting (I set) kedua fungsi ini cukup berbeda. OCR mempunya arus setting pada umumnya 0.8 x In, 1x In atau 1.1x In. Sedangkan untuk GFR pada umumnya 0.1 x In, 0.2x In atau 0.3x In. perbedaan kedua arus setting ini salah satu penyebabnya adalah gangguan Fasa – Ground lebih kecil daripada fasa – fasa. 3. Penentuan TIME SETTING pada penyulang harus di beri cascade atau level. Level degradasi pada kubikel 20 kV yaitu 0.3 sedangkan pada incoming biasa digunakan 0.7 pada bus yang tidak terdapat kopler pembangkit. Jika terdapat kopler pembangkit yang berjarak dekat dengan GI dan dari pembangkit menuju ke incoming 20 kV menggunakan kabel bawah tanah time setting pada umumnya disamakan dengan T set dari incoming sebesar 0.7 hal ini disebabkan sangat kecil kemungkinan terjadi gangguan sepanjang jaringan dari pembangkit ke kubikel 20 kV. Namun jika jarak pembangkit dengan kubikel jauh dan menggunakann kabel telanjang udara pada umumnya diberi degradasi waktu incoming menjadi 1 second dan untuk kopler pembangkit sebesar 0.7 second. 4. Pengaturan yang digunakan jika menggunakan DEFINITE TIME antara lain harus memperhatikan beberapa hal yaitu. Tentukan Arus setting yang digunakan yang di sesuaikan dengan beban puncak setiap penyulang dan incoming. Tentukan Time setting sesuai dengan degradasi level pengamanan yang ditentukan. Jangan lupa untuk mengatur fungsi OCR dan GFR. 5. Pengaturan yang digunakan jika menggunakan INVERSE yaitu TMS ( Time multiply Setting). TMS layak nya kurva yang digunakan untuk menentukan respon waktu kerja relay terhadap arus gangguan. Terdapat rumus dasar TMS standar ivers yang digunakan (nanti aku lampirkan contoh dasar). Untuki mendapat TMS harus diketahui besarnya ARUS HUBUNG SINGKAT TERBESAR PADA FEEDER atau biasa nya PADA SATU TRAFO sisi sekunder untuk setting TMS penyulang. Selain itu seperti DEFINITE TIME tentukan Arus setting dan Time setting sesuai level degradasi dan harus diperhatikan ratio CT yang digunakan. Semua parameter tersebut dimasukan ke rumus sehingga didapatkan TMS yang akan digunakan. PERHATIAN UNTUK RELATY TERTENTU (SPERTI SEPAM) TERDAPAT FAKTOR PENGALI TMS, sehingga perlu di baca manual book relay yang digunakan. Sementara ini ilmu yang bisa dibagi dari kami, semua yang ditulis berdasarkan literatur dan pemahaman pribadi sehingga saran dan perbaikan sangat kami harapkan.

Bukan kah hidup mu indah ?? :)

Saat seseorang tidak tampan namun dia masi lengkap fisik nya

Saat orang di kurangi kesempurnaan fisik NAMUN dia di beri nafas yang lega

Saat seseorang tidak di beri nafas yang lega NAMUN dia di beri keluarga yang indah

Saat seseorang tidak diberi keluarga yang indah NAMUN dia di beri teman yang MEMBAIKAN

saat seseorang tidak diberi teman yang membaikan NAMUN dia diberi ilmu yang bermanfaaat

Saat seseorang tidak diberi ilmu yang bermanfaat NAMUN kadang ada yang diberi jabatan di karir nya

Saat seseorang tidak diberi jabatan dalam karir nya NAMUN dia masih mempunyai pekerjaan bukan

Saat dia tidak mempunyai pekerjaan NAMUN ada pula yang masi dapat dia sedekahkan dalam nafas nya

INDAHNYA DUNIA INI BUKAN SEKEDAR APA YANG KITA MILIKI NAMUN APA YANG KITA "USAHAKAN UNTUK MENSYUKURI"

Semoga kata2 yang baik menuntun perilaku saya :)