RSS
Write some words about you and your blog here

SHALAT kunci DEMOKRASI

Banyak politisi berbicara tentang demokrasi, dan beberapa dari mereka memang benar namun disisi lain ada suatu langkah yang mulai "menghitam" akibat suatu kepentingan yang seharusnya disisihkan oleh kesucian menuju ke cita cita yang memuliakan banyak pribadi.
Sesungguh nya Allah telah sedikit banyak menunjukan cara berdemokrasi yang "maha suci" sesuai dengan perintah perintah Nya yang memuliakan bagi pribadi yang mencoba untuk "patuh".
Coba ingatkah kita saat menjalankan ibadah yang disebut sebagai tiang agama yaitu Shalat. Ibadah ini secara maknawi sesungguh nya juga disebut tiang dari segala macam hal, karena agama adalah puncak dari segala macam hal yang kita temui dalam hidup ini.

Mari sejenak kita sucikan diri untuk menerima "pembaikan"

Shalat adalah langkah demokrasi yang paling "Indah".
Saat kita akan memulai shalat pastilah kita berwudhu (bersuci) yang mempunyai makna mensucikan niat dalam tahap selanjutnya. Jika kita ingin menjadi Politkus bukan polyTIKUS maka luruskan lah terlebih dahulu apa yang menjadi tujuan kita, karena suatu amanah bukan lah untuk memperkaya harta namun mempermiskin koruptor yang lucu lucu di layar televisi.

Selanjut nya saat akan mengawali shalat, sang imam selalu mengingatkan bahwa luruskan shaf dan rapatkan. "Subhanallah" para jamaah pun klepek klepek dengan perintah tersebut dan menjalankan nya. Hal ini mengajarkan bahwa sebagai pemimpin berikan lah perintah yang MEMBAIKAN maka rakyat akan menjalankan nya karena itu akan bermanfaat bagi diri nya dan orang banyak.

Selanjut nya aspek dimana jamaah selalu mengikuti "SANG PEMIMPIN", tak ada jamaah yang mendahului kecuali seorang anak kecil yang masi lucu tingkah nya dengan peci yang dipakai miring miring. Hal ini melambangkan jika orang yang di atas memberi TAULADAN kebaikan maka tak ada seorang pun yang akan menentangnya.

SHALAT pun mengajarkan kita wajib MEMBENARKAN bukan untuk MENCELA, saat sang imam bertindak "kurang benar" dalam ucapan atau tindakan maka jamaah di belakan nya wajib mengingatkan dan TIDAK BERLEBIHAN . BUKAN seperti diskusi TELEVISI yang mengejek ejek tanpa bukti, padahal dari zaman reformasi orang orang yang sering berbicara di televisi itu sering mengumandangkan nyanyian yang lebih sering didengar daripada adzan yang hanya 5 menit. Namun apa mereka bisa mengubah. Shalat mengajarkan jika ada orang yang benar maka akui lah, seperti bacaan "AMIIN" pada akhir al fathehah. Karena tidak mungkin seseorang tidak mempunyai kebaikan

selanjutnya shalat mengajarkan agar selalu memberi salam dan menengok ke kanan dan kiri saat mengakhiri shalat nya. Hal ini mengajarkan saat kita selesai menjalankan suatu amanah hendaknya "legowo" untuk mengakhir

dan yang terakhir dalam pembahasan kali ini yaitu, shalat selalu mengajarkan KITA untuk memilih pemimpin yang "SEMPURNA", beliau harus fasih bacaan Al quran, banyak hafalan, dan jika semua orang mampu maka dahulukan yang "berumur" namun jika yang "berumur" kurang fasih maka yang muda yang berkualitas lah yang di usahakan memimpin. Bukan kah negara kita memiliki banyak orang berkualitas , bukan nya orang yang sudah berumur yang kemungkinan sudah "menghitam" dan hanya menjadi boneka cantik saat "membaca" pidato kenegaraan yang ditulis oleh sekertaris nya. Lihat bung Karno "muda" beliau sangat brilian dengan memerdekakan indonesi, namun saat beliau berumur dan mulai menghitam memang sudah layak jika di ganti dengan yang lebih muda, namun harus lebih Suci dengan air wudhu yang di ambil nya sebelum menjalankan amanah

shalat adalah ajang demokrasi terbesar di dunia yang telah dilakukan seluruh umat islam :-) baca lah dengan hati maka hidup ini akan mengindahkan kita

kata ku hari ini

dan tak akan menjadi sebuah kebaikan jika tidak lah kita menyampaikan nya dengan kebaiakan
hidup emang tak semudah kita mengedipkan mata , namun juga tak sesulit bagai kita ingin memindahkan bulan ke tangan kita. kebaiakan bukan hal yang mudah jika tidak di coba dan kuburkan adalah hal yang sangat mudah untuk kita terima dengan segala keindahan bujukan buah kurdi nya.
kata adalah penyambung suatu niat baik yang bisa saja memuliakan sebuah niat jika kebaikan kata itu selalu "diusahakan" untuk selalu menghiasi sepasang bibir
mudah memang mengucapkan namun butuh sedikit ke ikhlasan dalam menjalankan uacapan yang membaikan niat kita. namun jika kita sekarang belum bisa mengaplikasikan ucapan kita setidaknya kita bisa sedikit membaikan dengan ucapan yang baik dan kita berharap "ucapan" itukan membimbing kita menjadi sebaika dan semanis tutur kata sang keindahan.
tindakan baik pun belum tentu membaiakan orang lain sehingga sedikit membutuhkan ikhlas an lebih untuk menerima sensitifitas dari respon yang kita dapatkan.
seindah indah nya kenyataan adlah ketika menjadi milik kita dengan usaha yang membaikan orang yang selalu ada di samping kita apapun yang mereka lakukan pada diri kita yang sedikit ingin "berbagi". maka berbagi itu belum tetntu untuk diterima karena niat dari berbagi adalah menbagi kebahagian yang sempat kita rasa kan akan hal yang telah dicapai atau mungkin hanya sekedar pernah dilakukan

selamat datang inspirasi

banyak orang memiliki niat yang baik akan kehidupan nya sekarang dan saat itu juga kegalauan akan menjadi setan yang terkuat untuk mencemarkan kesucian niat yang baik tersebut
butuh suatu keiklasan apabila ingin kembali di jalan yang baik karena kebaikan adalah jadi diri yang selalu membayangi dan nyata walau itu berupa hiasan sebuah keindahan.
hidup indah yaitu hidup yang memahami bahwa kebaikan itu adalah yang terdominan dalam pikiran dan yang termudah dalam setiap langkah yang kita ambil. SUDAHKAH ANDA MENJADI ORANG DENGAN KEHIDUPAN INDAH ????
yang sulit bukan menjadikan hidup ini indah melainkan kesulitan ada pada jiwa yang selalu merasa kurang namun tidak mau meminta kepada Nya dan sedikit memantaskan diri untuk mendapatkan yang di inginkan, MUDAH BUKAN ???? tidak akan tahu jika hati yang membaca ini adalah hati yang di hitamkan oleh keinginan nya sendiri
Kaya atau miskin hanyalah kuantitatif
peringkat 1 atau terakhir hanyalah penilaian semu
namun kebahagian akan melangkahkan di jalan Nya adalah suatu kepastian jika kita sudah "mencoba" menikmatinya
bukan suatu keberhasilan jika tidak ada suatu keringat yang menjadi air gula
dan bukan suatu kegagalan jika hanya berkeringat 1 gelas
hidup ku adalah hidup mu jadikan lah hidup mu bahagia maka hidup ku pun juga