Banyak orang yang menolak paradigma bahwa IQ itu tidak penting dan Kecerdasan bukan kunci segalanya. Hal ini tidak dapat di ungkiri tetapi hal ini belum tentu benar. Masih ingatkah anda ada seorang genius bernama Albert Enstien yang melakukan berbagai percobaan dan menemukan alat yg berguna bagi masyarakat. Itu adalah hasil dari kecerdasan intelektul, bukan dari KEBERUNTUNGAN yang banyak di kumandangkan orang INDONESIA untuk mencapai kesuksesan. Ketika banyak orang berlomba untuk menjadi beruntung dan mendapat kesuksesan maya. Orang yg berintelegensi tinggi dan otomatis mempunyai ilmu yang dipelajarinya selama bertahun tahun setidaknya menjadi bekal tersendiri bukan hanya bersifat maya.
Ada beberapa hak yang dapat dilakukan untuk meningkatkan intelegensi manusia =
1. Intensifikasi
ini cara biasa yaitu dengen meningkatkan frekuensi belajar,sehingga dapat memperoleh berbagai macam ilmu walau tidak mendetail.
2. Specialisasi :
jika beberapa orang dibekali oleh susunan DNA yang menyusun sifat dan dasar IQ gen yang berbeda. Maka metode ini adalah yang terbaik bagi orang yang memiliki kekurangan di satu aspek namum memiliki keunggulan lain di aspek lain. Dengan mempelajari salah satu atau beberapa ilmu yang dianggap menyenangkan dan dikuasai tiap individu. Dengan cara ini akan terbentuk pribadi yang memiliki keahlian khusus dan dapat bersaing dengan individu yang menyeluruh dapat menguasai semua hal. Bahkan dengan SPESIALISASI keahlian sesorang dapat menentukan arah pengembangan diri dan MERAJAI salah satu bidang. Maka jangan lah anda takut jika anda kurang menguasai matematika namun anda menguasai kepemimpinan. Anda cukup mempelajari ilmu kepemimpian dan selanjutnya anda mempekerjakan akuntan untuk masalah matematika anda dan sukseslah usaha yang anda jalankan
Kemampuan Dasar kreatifitas (2) Kecerdasan Intelektual
on Rabu, 04 Agustus 2010
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Kemampuan dasar kreativitas (1) TINGKAT KONSENTRASI
on Selasa, 03 Agustus 2010
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Kemampuan dasar manusia
1.tingkat konsentrasi
2.kecerdasan intelektual
3.meningkatkan Percaya diri dan orang lain
4.Memahami kepribadian
5.meningkatkan rasa pengertian
6.memahami kekurangan di orang lain dan memberi solusi
7.menguasai teknik mempengaruhi orang lain
kita akan membahas satu per satu jenis kreatisivitas yang dimiliki oleh masing- masing orang.
1. TINGKAT KONSENTRASI
Dalam kontes ini konsentrasi adalah keadaan dimana pribadi kita dapat mengadaptasikan diri pada kondisi dimana kita melakukan aktivitas. Sebagai contoh sederhana terkadang kita sulit tidur saat menginap disuatu tempat yg asing buat kita. Namun ada sebagian orang yang mampu menyelesaikan tugas secara cukup baik walau di tempat yg bising sekali pun meski dia tidak memiliki tingkat intelegensi yang tinggi. Konsentrasi adalah satu cara untuk mengkombinasikan berbagai syaraf agar dapat terfokus pada hal yg dikerjakannya. Untuk meningkatkan konsentrasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai contoh sederhana bagi umat muslim adalah shalat dan berdzikir. Tanpa disadari 2 aktivitas tersebut sama manfaatnya dengan metode meditasi ala yoga atau thai chi. Beberapa ahli di berbagai bidang telah membuktikan gerakan dalam shalat merangsang syaraf di otak kita untuk bekerja lebih baik. Selain itu ada metode klasik untuk meningkatkan konsentrasi. Yaitu buatlah sebisa mungkin kondisi saat kita melakukan aktivitas se familiar mungkin. Sebagai contoh meletakan foto keluarga di meja kerja, bahkan sambil mendengarkan audio yang sudah terbiasa di telinga. Terkadang seorang siswa merasa dirinya kurang PD saat akan menggerjakan ujian, dan rasa PD itu adalah rasa kurangnya konsentrasi pada dirinya. Hal ini dapat ditingkatkan dengan pengenalan medan sebelum mengerjakan ujian. Mulai dari letak dimana kita duduk,sampai siapa orang yang akan duduk di sebelah kita. Jika sudah memahami kondisi disekitar maka akan meningkatkan konsentrasi dalam diri
1.tingkat konsentrasi
2.kecerdasan intelektual
3.meningkatkan Percaya diri dan orang lain
4.Memahami kepribadian
5.meningkatkan rasa pengertian
6.memahami kekurangan di orang lain dan memberi solusi
7.menguasai teknik mempengaruhi orang lain
kita akan membahas satu per satu jenis kreatisivitas yang dimiliki oleh masing- masing orang.
1. TINGKAT KONSENTRASI
Dalam kontes ini konsentrasi adalah keadaan dimana pribadi kita dapat mengadaptasikan diri pada kondisi dimana kita melakukan aktivitas. Sebagai contoh sederhana terkadang kita sulit tidur saat menginap disuatu tempat yg asing buat kita. Namun ada sebagian orang yang mampu menyelesaikan tugas secara cukup baik walau di tempat yg bising sekali pun meski dia tidak memiliki tingkat intelegensi yang tinggi. Konsentrasi adalah satu cara untuk mengkombinasikan berbagai syaraf agar dapat terfokus pada hal yg dikerjakannya. Untuk meningkatkan konsentrasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai contoh sederhana bagi umat muslim adalah shalat dan berdzikir. Tanpa disadari 2 aktivitas tersebut sama manfaatnya dengan metode meditasi ala yoga atau thai chi. Beberapa ahli di berbagai bidang telah membuktikan gerakan dalam shalat merangsang syaraf di otak kita untuk bekerja lebih baik. Selain itu ada metode klasik untuk meningkatkan konsentrasi. Yaitu buatlah sebisa mungkin kondisi saat kita melakukan aktivitas se familiar mungkin. Sebagai contoh meletakan foto keluarga di meja kerja, bahkan sambil mendengarkan audio yang sudah terbiasa di telinga. Terkadang seorang siswa merasa dirinya kurang PD saat akan menggerjakan ujian, dan rasa PD itu adalah rasa kurangnya konsentrasi pada dirinya. Hal ini dapat ditingkatkan dengan pengenalan medan sebelum mengerjakan ujian. Mulai dari letak dimana kita duduk,sampai siapa orang yang akan duduk di sebelah kita. Jika sudah memahami kondisi disekitar maka akan meningkatkan konsentrasi dalam diri
Renungkanlah
Sore ini bukan seperti rasa ini
hujan sesaat tak membasahi jiwa ku yang mulai retak oleh air gelombang itu
dimana rasa bergelora
tapi hanya jiwa tanpa raga yang berperilaku
dan hati ini pun memberontak
apa yang raga ini lakukan ketika hati ini mulai menerangi dunia
ku tak bisa hanya mendengar kata kata itu
tapi ku ingin seperti MEREKA
bukan harta atau tahta dari orang tua MEREKA
tapi hanya ingin bisa menggenggam impian ini
ku sadar ku kurang usaha
tapi mengapa aku tak berusaha tanpa mengelora
aku ingin itu tapi tak melakukan ini
alah entah mengapa aku ini
aku harus mengikuti hati ini agar raga ini pun bisa mengerti
bahwa TANPA INI KU TAK MUNGKIN RAIH ITU
hujan sesaat tak membasahi jiwa ku yang mulai retak oleh air gelombang itu
dimana rasa bergelora
tapi hanya jiwa tanpa raga yang berperilaku
dan hati ini pun memberontak
apa yang raga ini lakukan ketika hati ini mulai menerangi dunia
ku tak bisa hanya mendengar kata kata itu
tapi ku ingin seperti MEREKA
bukan harta atau tahta dari orang tua MEREKA
tapi hanya ingin bisa menggenggam impian ini
ku sadar ku kurang usaha
tapi mengapa aku tak berusaha tanpa mengelora
aku ingin itu tapi tak melakukan ini
alah entah mengapa aku ini
aku harus mengikuti hati ini agar raga ini pun bisa mengerti
bahwa TANPA INI KU TAK MUNGKIN RAIH ITU
