Engkau hadir
tidak. . . .
Ku hancurkan atau ku di hancurkan
biadab jalan perusak mental
ku hajar ketika kau merayu
kadang hanyut dan tenggelam
dah ku sentuh dasar kemunafikan
ku hancurkan risau pedang tajam ini
yang ku ingin mencucinya dengan pemutih
tau kan darah bercampur nanah menanti
menanti kau yang berenang di lobang ke nikmatan
di lobang dunia fana nan nikmat tiada tara
ketika sudah turun tentang itu
kau langgar
tapi . . .
Tenang
tenang
tenang
Dia hadir tidak untuk menggertak
tapi untuk MEMAAFKAN
Olimpiade Pendewasaan
Ketika hati hanya ini
jangan kau berkata ini cinta untuk mu
busuk hanya ucapan tak bermutu
namun jika hati hanya untuk mu
maka ku datang dengan satu olimpiade pendewasaan
terkadang mencekik
terkadang tertawa
terkadang penasaran
dan saat itu pula pembaharuan hati tentang hidup tercapai
dan selamat kau pemenang olimpiade pendewasaan itu
jangan kau berkata ini cinta untuk mu
busuk hanya ucapan tak bermutu
namun jika hati hanya untuk mu
maka ku datang dengan satu olimpiade pendewasaan
terkadang mencekik
terkadang tertawa
terkadang penasaran
dan saat itu pula pembaharuan hati tentang hidup tercapai
dan selamat kau pemenang olimpiade pendewasaan itu
Kembali untuk Menunggu Yang terbaik
Aku telah menyoba
kamu telah melihatnya
diri kita bukan hanya satu satu nya
tapi yang pembeda
dikalah hasil diterima
ketika hasrat napsu ilhami
menyatu bagai matahari
kita slalu menyoba menerangi
tapi terkadang matahari kadang tak adil bagi penerima sinarnya
bukan itu masalahnya
tapi menyoba lebih baik adalah mulia
dan menyerahkan pada-NYA semua ini lebih Mulia
dan ketika penjurian itu mengelegar
maka hati hina tak boleh membangkang
karena saat itu adalah pendewasaan
dan proses untuk memperoleh yang TERBAIK
kamu telah melihatnya
diri kita bukan hanya satu satu nya
tapi yang pembeda
dikalah hasil diterima
ketika hasrat napsu ilhami
menyatu bagai matahari
kita slalu menyoba menerangi
tapi terkadang matahari kadang tak adil bagi penerima sinarnya
bukan itu masalahnya
tapi menyoba lebih baik adalah mulia
dan menyerahkan pada-NYA semua ini lebih Mulia
dan ketika penjurian itu mengelegar
maka hati hina tak boleh membangkang
karena saat itu adalah pendewasaan
dan proses untuk memperoleh yang TERBAIK
