Ketika Semua itu Di ambil, syukuri lah hari ini
on Selasa, 10 November 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Ketika mata menjadi buta tak secercah cahaya pun cahaya penerah dunia yang elok ini bisa kita lihat. Ketika telinga menjadi tuli tak sedikit pun suara nan indah menengkan hati ini terdengar. Ketika lidah tak mencecap tak sedikitpun pedas nya sambal, manis nya gula dan asin nya garam terasa. Ketika suara ini tak terucap kita tidak bisa membagi sedikit kebaikan bagi orang lain. Bersyukurlah bagi anda yang mata,telinga, lidah dan suara anda dapat digunakan. Karena tak sedikit pun imbalan yang Dia inginkan. Gunakan lah titipannya untuk mencapai kemuliaan di sisi Nya dan kedamaian di dunia yang sementara ini. Ingatlah meski bukan hari ini atau esok tapi setiap saat semua itu bisa Dia ambil,dan kita tidak bisa berbuat apa apa dan hanya ridho Nya yg bisa kita harapkan
Pribadi Angin
on Senin, 09 November 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
Masih ingakah kawan dengan pribahasa "Semakin Tinggi Pohon Makan Semakin Besar Angin yg Menerpa" tentu kawan ingat?
Namu janganlah kawan menjadi PRIBADI POHON, yang mungkin saja ambruk ketika diterpa Angin yang sangat besar.
JADILAH PRIBADI ANGIN
apa anda pernah mendengar angin memilih apa yang akan dia terjan,apakah anda pernah tahu angin takut dalam hidupnya,apakan anda pernah melihat angin menyesal dalam hidupnya jelas TIDAK jawabnya.
Dikala berbagai halangan entah besar entah kecil menghadang Angin tetap tak pernah berhenti untuk berfikir. "Apa ini bisa angin terjang" tidak mgkn angin bertanya seperti itu. Rumput,pohon,rumah bahkan gedung yang besar sekali pun tak lepas dari terjangan Angin. Dikala kawan berfikir "apakah saya bisa mengatasi cobaan ini" angin sudah menerjang tatkala anda berhenti untuk berfikir. Entah hambatan itu akan hancur atau tidak tetap angin terjang. Sekali terjangan pada pohon belum rubuh,dua kali pohon mulai condong,tiga kali dar. .pohon pun roboh. Jadilah pribadi angin yang tidak pernah memikirkan apakah saya mampu atau tidak menghadapi hambatan yang harus saya lalui.
PRIBADI ANGIN ADALAH SESEORANG YANG TANPA LELAH MEMPERJUANGKAN CITA MULIA NYA WALAU BERBAGAI HAMBATAN MENGHADANG.
Namu janganlah kawan menjadi PRIBADI POHON, yang mungkin saja ambruk ketika diterpa Angin yang sangat besar.
JADILAH PRIBADI ANGIN
apa anda pernah mendengar angin memilih apa yang akan dia terjan,apakah anda pernah tahu angin takut dalam hidupnya,apakan anda pernah melihat angin menyesal dalam hidupnya jelas TIDAK jawabnya.
Dikala berbagai halangan entah besar entah kecil menghadang Angin tetap tak pernah berhenti untuk berfikir. "Apa ini bisa angin terjang" tidak mgkn angin bertanya seperti itu. Rumput,pohon,rumah bahkan gedung yang besar sekali pun tak lepas dari terjangan Angin. Dikala kawan berfikir "apakah saya bisa mengatasi cobaan ini" angin sudah menerjang tatkala anda berhenti untuk berfikir. Entah hambatan itu akan hancur atau tidak tetap angin terjang. Sekali terjangan pada pohon belum rubuh,dua kali pohon mulai condong,tiga kali dar. .pohon pun roboh. Jadilah pribadi angin yang tidak pernah memikirkan apakah saya mampu atau tidak menghadapi hambatan yang harus saya lalui.
PRIBADI ANGIN ADALAH SESEORANG YANG TANPA LELAH MEMPERJUANGKAN CITA MULIA NYA WALAU BERBAGAI HAMBATAN MENGHADANG.
Sederhana
Saat ku terinjak dan tersudut
saat ku terjatuh dan terkecilkan
saat ku terperangkap dan terjerat
saat ku terasingkan dan terancam
saat ku terhina dan tercaci
tapi saat itu akan hilang
hilang termakan waktu
dan kini waktu itu
berubah dan percaya kau pun bisa
saat ku terjatuh dan terkecilkan
saat ku terperangkap dan terjerat
saat ku terasingkan dan terancam
saat ku terhina dan tercaci
tapi saat itu akan hilang
hilang termakan waktu
dan kini waktu itu
berubah dan percaya kau pun bisa
