Ku sering ditanya mengapa yang diawali dengan kebaikan jarang di akhiri dengan kebaikan pula. Lalu semua orang menjawab pasti itu masalah CINTA. Entah mengapa yang kata.a cinta sehidup semati,cinta itu bu,cinta itu hanya kamu akan hanya menjadi kenangan ketika ada suatu hubungan tak terikat (pacaran) dan di akhiri dengan kata cinta ku telah hilang dan habis.
Apa kata pecinta itu benar?
Jelas tidak jawab ku, yang hilang hanyalah status tak terikat apa cinta itu hanya ingin status? Yang habis hanya benda apa cinta itu benda. Orang yang berfikir tatkala cinta itu busuk,saat itu pula hatinya menebal. Bukan cinta yang busuk tapi pelaku cinta itu sendiri yang tidak tahu bagai mana memahami cinta yg sesungguhnya.
Tak ada kata Cinta Hilang dan Habis.
Cinta Hanya Bisa Pudar oleh Waktu Dikala Pecinta itu Tak Bisa memupuk Cinta menjadi Sebuah Pohon Cinta yang Berbuah Manis Esok
Ketika Kata Itu Dipertanyakan
Apakah dewasa itu sobat
ketika raga telah mebesar atau meninggikah
hai kau kurang benar
berarti dikala kau bisa merasa bebas
hai itu bukan dewasa tapi hanya terbawa harsat
dan apakah dewasa saat rambut ini memutih
bukan juga itu pun hanya femomena kehidupan
ah ku tak tahu tapi yang jelas ku tlah dewasa
dan tapi ku tak percaya karena kedewasaan bukan dibibir
lalu apa sobat
dewasa adalah cinta
bukan itu dewasa cinta hanya sesaat tahu sobat
kau yg salah karena jika kau dewasa maka kau kan berkata
aku dewasa karena cinta telah membimbingku pada suatu rasa dimana ku bisa mengetahui hal yang paling baik sebagai jalan hidupku
ketika raga telah mebesar atau meninggikah
hai kau kurang benar
berarti dikala kau bisa merasa bebas
hai itu bukan dewasa tapi hanya terbawa harsat
dan apakah dewasa saat rambut ini memutih
bukan juga itu pun hanya femomena kehidupan
ah ku tak tahu tapi yang jelas ku tlah dewasa
dan tapi ku tak percaya karena kedewasaan bukan dibibir
lalu apa sobat
dewasa adalah cinta
bukan itu dewasa cinta hanya sesaat tahu sobat
kau yg salah karena jika kau dewasa maka kau kan berkata
aku dewasa karena cinta telah membimbingku pada suatu rasa dimana ku bisa mengetahui hal yang paling baik sebagai jalan hidupku
Cetakan sang Tuhan
on Jumat, 30 Oktober 2009
Label:
penguat jiwa
/
Comments: (0)
PADA DASARNYA MANUSIA ADALAH CETAKAN TERBAIK. Tak ada suatu keburukan yang terjadi kecuali orang itu menghendakinya. Tak ada kemunafikan kecuali orang itu yang melakukannya. Tak ada kemarahan kecuali orang itu yang sengaja menyulut api kebencian di hatinya. Jika kita sebagai makhluk Tuhan selalu menghendaki dan menjalankan yang telah Beliau CETAK untuk kita, maka yang ada hanya kesempurnaan di hidup kita. Semua manusia mempunyai CETAKAN hidup yang sama. Dan yang harus kita tentukan adalah jenis bahan/ isian apa yang akan kita masukan ke Cetakan itu, anda memilih bahan Kemulyaan atau Kebusukan tinggal anda lakukan dan jadilah engkau seperti bahan yang engkau pilih walau sebaik apa pun cetakan yang telah diberikau Tuhan
